
Sinopsis
Hujan enam bulan memicu banjir kiamat! Saat semua memperebutkan roti berjamur, aku makan bistik di rumah amanku. Di tengah malam, tetangga wanitaku yang biasanya dingin dan sombong mengetuk dengan gaun tipis, mengesampingkan harga dirinya untuk memohon, "Kakak, tolong beri aku makanan!" Sambil memutar gelas anggur, aku menatapnya dengan seringai: "Ini kiamat. Apa kau benar-benar berharap bisa mengemis makanan hanya dengan kata-kata kosong?"
Banjir Kiamat: Tetangga Wanita yang Dingin Memohon Makanan Padaku
Sinopsis
Hujan enam bulan memicu banjir kiamat! Saat semua memperebutkan roti berjamur, aku makan bistik di rumah amanku. Di tengah malam, tetangga wanitaku yang biasanya dingin dan sombong mengetuk dengan gaun tipis, mengesampingkan harga dirinya untuk memohon, "Kakak, tolong beri aku makanan!" Sambil memutar gelas anggur, aku menatapnya dengan seringai: "Ini kiamat. Apa kau benar-benar berharap bisa mengemis makanan hanya dengan kata-kata kosong?"























